Informasi & Update

Ikatan Elektromedis Indonesia

Informasi & Update

Ikatan Elektromedis Indonesia

Batik Nasional IKATEMI: Identitas Profesi Elektromedis dalam Balutan Karya Seni dan Budaya Indonesia

YOGYAKARTA – Setiap profesi memiliki identitas yang menjadi kebanggaan sekaligus pembeda dengan profesi lainnya. Bagi tenaga elektromedis di Indonesia, identitas profesi tidak hanya diwujudkan melalui kompetensi, keahlian, dan pengabdian dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui sebuah karya budaya yang merepresentasikan jati diri profesi. Salah satunya adalah Batik Nasional IKATEMI.

Kehadiran Batik Nasional IKATEMI berawal dari keinginan untuk memiliki seragam atau pakaian identitas yang dapat digunakan oleh seluruh anggota Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) di berbagai wilayah Indonesia.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui sebuah sayembara desain Batik Nasional IKATEMI yang digagas oleh Ketua Umum IKATEMI pada saat itu, Winda Wirasa, S.T., M.T.

Berawal dari Keinginan Memiliki Identitas Profesi

Keinginan memiliki batik nasional merupakan salah satu langkah untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar elektromedis Indonesia.

Melalui sayembara desain batik, seluruh anggota profesi diberikan kesempatan untuk berpartisipasi menuangkan kreativitas dan gagasannya. Proses ini menjadi bentuk keterlibatan anggota dalam membangun identitas organisasi yang dapat digunakan bersama.

Setelah melalui proses yang panjang dan melibatkan partisipasi anggota profesi, akhirnya diputuskan bahwa desain terbaik merupakan hasil karya Enjang Setiono, S.T.

Karya tersebut kemudian menjadi desain Batik Nasional IKATEMI yang merepresentasikan perpaduan antara profesi elektromedis, teknologi kesehatan, kreativitas, dan kekayaan budaya Indonesia.

Mengangkat Peralatan Elektromedis Menjadi Motif Batik

Salah satu daya tarik utama Batik Nasional IKATEMI adalah kemampuannya menggabungkan elemen-elemen teknis peralatan medis yang identik dengan garis tegas dan karakter teknologi menjadi motif batik yang luwes, harmonis, serta memiliki nilai estetika.

Enjang Setiono mengungkapkan bahwa inspirasi utama desain batik tersebut berasal dari berbagai peralatan elektromedis yang biasa ditemuinya dalam aktivitas sehari-hari sebagai seorang praktisi elektromedis.

“Inspirasinya dari beberapa peralatan elektromedis, mulai dari yang paling dasar seperti komponen resistor, sampai yang canggih seperti CT Scan,” jelasnya.

Inspirasi tersebut menunjukkan bahwa peralatan elektromedis bukan sekadar perangkat teknologi yang digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan. Peralatan tersebut juga dapat menjadi sumber kreativitas dan identitas visual yang memiliki nilai seni.

Perpaduan Resistor, CT Scan, dan Labu Erlenmeyer

Mengubah gambar peralatan elektromedis menjadi ornamen batik bukanlah pekerjaan yang mudah. Bentuk peralatan medis pada umumnya memiliki karakter geometris, detail teknis, dan garis yang tegas. Sementara itu, motif batik membutuhkan komposisi yang mengalir, harmonis, dan memiliki kesinambungan pola.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Enjang menemukan pendekatan visual yang menarik dengan memasukkan elemen labu Erlenmeyer yang memiliki karakter garis lengkung.

Elemen ini menjadi penyeimbang visual bagi ornamen CT Scan dan resistor. Hasilnya, berbagai simbol teknologi elektromedis dapat berpadu menjadi sebuah motif batik yang tetap mempertahankan detail, tetapi tidak kehilangan keindahan dan keluwesannya.

Perpaduan tersebut menjadikan Batik Nasional IKATEMI memiliki karakter yang berbeda. Motifnya tidak hanya menggambarkan identitas profesi, tetapi juga menceritakan kedekatan elektromedis dengan perkembangan teknologi alat kesehatan.

Batik Nasional IKATEMI, Simbol Kebanggaan dan Solidaritas Elektromedis

Lebih dari sekadar pakaian, Batik Nasional IKATEMI memiliki makna sebagai simbol persatuan, kebanggaan, dan solidaritas seluruh anggota profesi elektromedis di Indonesia.

Dengan mengenakan batik yang sama, anggota IKATEMI dari berbagai daerah dapat menunjukkan identitas sebagai satu keluarga besar profesi elektromedis.

Batik ini juga menjadi sarana memperkenalkan profesi elektromedis kepada masyarakat luas. Motif yang mengangkat resistor, CT Scan, dan elemen pendukung lainnya memberikan pesan bahwa profesi elektromedis memiliki peran penting dalam mendukung teknologi pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, memiliki dan mengenakan Batik Nasional IKATEMI merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap identitas profesi sekaligus dukungan terhadap karya kreatif anggota IKATEMI.

Ayo Miliki Batik Nasional IKATEMI!

Bagi rekan-rekan elektromedis di seluruh Indonesia yang belum memiliki Batik Nasional IKATEMI, sekarang adalah kesempatan yang tepat untuk memilikinya.

Mari bersama-sama membangun kebanggaan terhadap profesi elektromedis melalui penggunaan batik nasional sebagai identitas bersama.

Jangan sampai menjadi bagian dari keluarga besar IKATEMI tanpa memiliki identitas kebanggaan profesi kita sendiri!

Pemesanan Batik Nasional IKATEMI dapat dilakukan melalui tautan berikut:

Link Pemesanan Online:
https://s.shopee.co.id/5fjpLyQGaT?share_channel_code=1

Informasi lebih lanjut:
Sugiharto
WhatsApp: 082122109191

Mari kenakan Batik Nasional IKATEMI dengan bangga. Satu batik, satu identitas, satu kebanggaan, untuk seluruh elektromedis Indonesia.

baca = https://ikatemi.or.id/

IKATEMI – Bersatu, Berkarya, dan Mengabdi untuk Negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Tetap Terhubung dengan Perkembangan Profesi Elektromedis

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

IKATEMI

Berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan transparan.

Program & Layanan

Pelatihan & Workshop

Pengembangan Kompetensi

Penelitian Elektromedik

Pengabdian Masyarakat

Informasi Regulasi

Kontak Sekretariat

© 2026 IKATEMI – Ikatan Elektromedis Indonesia